DENDROPHTHOE PENTANDRA PDF

Table 1 Cytotoxic activity of D. The clove mistletoe ethanol extract also showed no cytotoxic activity according to BSLT method Table 1. But Daniel et al. Nevertheless, the clove mistletoe ethanol extract had high antioxidant activity with IC50 value of 6. Widowati et al.

Author:Shar Vilkree
Country:Colombia
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):13 January 2016
Pages:71
PDF File Size:13.44 Mb
ePub File Size:6.56 Mb
ISBN:914-8-66977-631-1
Downloads:73150
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Megal



Kata Kunci: Ekstrak etanol Dendrophthoe pentandra L. Benalu digunakan oleh masyarakat sebagai obat antiradang, pereda sakit analgesik , antivirus, antikanker, dll.

Sebab menurut Badan POM terdapat beberapa obat tradisional yang tidak dipergunakan lagi untuk pengobatan karena memberikan efek yang tidak diinginkan. Selain itu, obat bahan alam dapat mengandung khasiat senyawa yang toksik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan uji toksisitas akut ekstrak etanol herba benalu mangga sebagai tahap awal uji keamanan farmakologi. Tahun , mengenai keamanan mutu, dan kemanfaatan suatu produk obat bahan alam.

Toksisitas didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. Bahan-bahan yang digunakan meliputi bahan tumbuhan, bahan kimia, dan hewan uji. Bahan tumbuhan yang digunakan adalah simplisia herba benalu mangga, diperoleh dari Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Mencit sebanyak 70 ekor digunakan untuk orientasi dosis, pengujian, dan sebagai kontrol. Jumlah mencit untuk orientasi dosis sebanyak 5 ekor betina dan 5 ekor jantan. Jumlah mencit untuk pengujian sebanyak 25 ekor jantan dan 25 ekor betina. Sedangkan jumlah mencit sebagai kontrol sebanyak 5 ekor betina dan 5 ekor jantan. Perlakuan sebanyak 5 dosis maka kelompok pengujian sebanyak 5 dan setiap kelompok pengujian terdiri dari 5 ekor berdasarkan rumus Frederer yang telah dilebihkan 1 ekor.

Berat badan mencit antara g. Tahapan penelitian meliputi determinasi simplisia, pembuatan ekstrak etanol herba benalu mangga yang selanjutnya disebut ekstrak benalu mangga, penapisan fitokimia ekstrak benalu mangga, pengujian parameter ekstrak kental herba benalu mangga meliputi kadar air serta pemeriksaan profil Kromatografi Lapis Tipis KLT ekstrak cair herba benalu mangga; persiapan hewan uji dan pembuatan sediaan uji; pengujian toksisitas akut dan skrining farmakologi.

Pembuatan ekstrak herba benalu mangga dilakukan dengan metode maserasi. Simplisia herba benalu mangga yang sudah kering dilarutkan kedalam pelarut. Perbandingan simplisia dengan pelarut adalah Proses ini dilakukan dengan perendaman simplisia benalu mangga selama 3 x 24 jam dalam maserator dengan penggantian pelarut setiap 24 jam.

Kemudian larutan tersebut disaring dan dipekatkan menggunakan rotary vaporator. Pemeriksaan penapisan fitokimia yang dilakukan terhadap ekstrak kental herba benalu mangga yaitu alkaloid, polifenol, tanin, steroid, triterpenoid, kuinon, saponin, flavonoid, monoterpenoid dan sekuiterpenoid. Penetapan kadar air dilakukan dengan cara destilasi.

Zat ditimbang seksama yang diperkirakan mengandung 2 ml hingga 4 ml air, ditambah batu didih dan toluen ml ke dalam labu kering, kemudian alat destilasi dihubungkan. Labu dipanaskan selama 15 menit. Penyulingan dilakukan dengan kecepatan 2 — 4 tetes tiap detik sampai semua air tersuling. Tabung penerima dibiarkan mendingin hinggga suhu kamar dan tetes air yang melekat pada pendingin tabung penerima dibiarkan turun. Volume air dalam toluen dibaca setelah keduanya memisah sempurna.

Pengamatan dilakukan pada sinar tampak, UV nm, UV nm. Pengamatan pada UV nm. Berat badan mencit diamati, bila selama waktu tersebut berat badan mencit mengalami penurunan, waktu adaptasi diperpanjang hingga mencit siap diberikan intervensi sediaan uji.

Setiap sediaan diberi keterangan berupa label. Pengujian toksisitas akut terdiri dari tahapan orientasi dosis, pengujian toksisitas akut LD50 , dan skrining farmakologi pada mencit.

Orientasi dosis dilakukan untuk memperoleh informasi awal toksisitas ekstrak benalu mangga. Pada tahapan orientasi dosis digunakan 5 ekor mencit jantan dan 5 ekor mencit betina. Pengamatan mencit dilakukan selama 24 jam setelah diberikan sediaan uji.

Pengujian LD50 diawali dengan pembagian kelompok mencit jantan dan mencit betina sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok dilebihkan satu ekor dari jumlah minimal hewan uji, menjadi 5 ekor. Selain itu, terdapat kelompok kontrol baik untuk jantan maupun betina, jumlahnya masing-masing 5 ekor.

Setelah diberikan perlakuan sesuai kelompoknya, setiap hari dilakukan pengamatan terhadap perubahan berat badan dan jumlah kematian mencit selama 14 hari. Pengaruh gejala toksik ekstrak benalu mangga Dendrophthoe pentandra L. Hasil Simplisia yang digunakan dalam penelitian adalah tumbuhan benalu mangga dibuktikan dengan hasil determinasi tumbuhan benalu mangga Dendrophthoe petandra L.

Proses ekstraksi herba benalu mangga Dendrophthoe petandra L. Hasil penapisan fitokimia ekstrak benalu mangga terlampir pada Tabel 1. Hasil penetepan kadar air ekstrak benalu mangga terlampir pada Tabel 2. Hasil kromatografi ekstrak benalu mangga terlampir pada Tabel 3 dan Tabel 4. Hasil pengujian toksistas akut ekstrak benalu mangga diperoleh persentase kematian kumulatif mencit jantan dan betina, masing masing terlampir pada Tabel 5, Gambar 1 dan Tabel 6, Gambar 2.

Grafik analisis probit pada mencit jantan dan betina masing-masing terlampir pada Gambar 3 dan Gambar 4. Sedangkan rata-rata berat badan mencit jantan dan betina masing-masing dapat dilihat pada Gambar 5 dan Gambar 6. Hasil skrining farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak benalu mangga berpengaruh pada sistem saraf pusat yaitu menurunkan efek retablismen dan gelantung pada mencit jantan, serta memberikan efek katalepsi pada mencit betina.

Sedangkan pada parameter lain tidak menunjukkan adanya ketidaknormalan gejala klinis. Maserat yang diperoleh adalah ekstrak cair yang dikentalkan dengan menggunakan rotatory vaporator hingga didapatkan ekstrak yang tidak lagi mengandung pelarut etanol.

Hal ini bertentangan dengan kandungan benalu mangga yang diteliti sebelumnya bahwa benalu mangga mengandung senyawa alkaloid dan saponin. Penetapan kadar air telah dilakukan dua kali duplo , dan berikut adalah hasil penetapannya dapat dilihat pada Tabel 2.

Hal ini dikarenakan air merupakan media tumbuh dan berkembangnya jamur. Nilai batas persyaratan untuk kadar air secara umum dipersyaratkan oleh Kep. Hasil kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pengembang butanol, asam asetat, air menunjukkan bahwa ekstrak etanol benalu mangga memiliki delapan bercak. Pengamatan no bercak 6 adalah kuning pada sinar UV nm dan ungu pada sinar UV nm, dengan nilai Rf 0, menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid. Bercak lainnya tidak teridentifikasi, karena pengembang butanol, asam asetat, air untuk mengidentifikasi flavonoid dan melihat pemisahan zat kimia yang terkandung di dalam ekstrak benalu mangga berdasarkan kepolaran zat.

Hasil kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pengembang etil asetat, asam format, asam asetat glasial, air menunjukkan bahwa ekstrak etanol benalu mangga memiliki lima bercak. Pengamatan no bercak 1 adalah ungu tua pada sinar UV nm dan sinar UV nm, dengan nilai Rf 0, menunjukkan keberadaan senyawa kuersitrin. Tabel 5 menunjukkan persentase kematian mencit jantan setelah pemberian suspensi ekstrak benalu mangga secara oral dengan lima variansi dosis dan satu sediaan kontrol selama 14 hari pengamatan.

Tabel 6 menunjukkan persentase kematian mencit betina setelah pemberian suspensi ekstrak benalu mangga secara oral dengan lima variansi dosis dan satu sediaan kontrol selama 14 hari pengamatan.

Diagram persentase kematian pada mencit jantan dan betina masing-masing terdapat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Hal tersebut kemungkinan dapat terjadi karena kondisi mencit yang tidak terkendali yakni mengalami sakit akibat faktor lain diluar pemberian perlakuan dosis, seperti daya tahan tubuh hewan uji yang menurun, bertikai dengan sesama hewan uji dalam satu kandang, dan lain-lain. Data kematian mencit jantan dan betina menunjukkan bahwa kenaikan dosis yang diberikan pada hewan uji memberikan peningkatan persentase kematian.

Selain itu seiring lama waktu pengamatan setiap jamnya pada hari pertama juga menunjukkan peningkatan persentase kematian hewan uji. Data kematian mencit jantan dan betina pada Tabel 5 dan Tabel 6 belum dapat memperoleh hasil LD50, oleh karenanya diperlukan perhitungan LD50 dengan menggunakan metode analisis probit. Dari data penelitian dapat diamati hubungan yang linear antara peningkatan dosis dan peningkatan persentase kematian.

Perhitungan LD50 dilakukan dengan menggunakan metode analisis probit dengan perhitungan manual dan grafik. Langkah awal persentase kematian mencit jantan dan betina dikonversi ke dalam bentuk probit. Kemudian grafik tersebut dibuat menggunakan software Microsoft Excel dengan probit sebagai sumbu Y dan bentuk log dari konsentrasi dosis sebagai sumbu X. Terakhir penentuan persamaan garis linear dan nilai anti log X pada Y probit 5 ditentukan untuk mendapatkan nilai LD Nilai R2 atau koefisien korelasi dari grafik analisis probit pada mencit jantan bernilai 0, Nilai koefisien korelasi tersebut menunjukkan hubungan yang linear antara kenaikan log konsentrasi dengan kenaikan probit persentase kematian.

LD50 dari kelompok jantan dan betina menunjukkan nilai yang berbeda. Hal ini sesuai dengan teori bahwa antara jantan dan betina terdapat perbedaan kepekaan terhadap suatu toksikan. Pengamatan berat badan pada mencit jantan dan betina dilakukan selama 14 hari. Hal tersebut dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak benalu mangga terhadap perubahan berat badan yang terjadi selama 14 hari.

Biasanya, disertai dengan penurunan atau tidaknya konsumsi makanan. Selain itu, skrining farmakologi terhadap suatu ekstrak dilakukan untuk memberikan gambaran pengaruh obat terhadap tubuh dan memberikan arah untuk penelitian lebih lanjut. Pengamatan dilakukan terhadap sistem saraf pusat meliputi motorik, gelantung, retablismen, katalepsi, sedatif, konvulsi, tremor, fleksi, hafner, pineal, pernafasan, straub, dan efek terhadap sistem saraf otonom meliputi piloereksi, salivasi, lakrimasi, urinasi, dan diare.

Dimana efek terbesar diberikan oleh dosis 4 dan dosis 5, kemudian dosis 2 dan dosis 3, dan yang paling kecil pengaruhnya terhadap efek gelantung yaitu kontrol dan dosis 1. Dimana efek diberikan dari efek terbesar sampai terkecil oleh dosis 5, dosis 4, dosis 3, kemudian dosis 2, dan yang paling kecil pengaruhnya terhadap efek gelantung yaitu kontrol dan dosis 1. Dimana efek terbesar diberikan oleh dosis 3, sedangkan kelompok kontrol dan dosis lainnya menunjukkan efek yang tidak berbeda.

Sedangkan hasil uji statistik data skrining farmakologi atas parameter lainnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebagai pengaruh pemberian dosis, dapat dikatakan tidak menimbulkan ketidaknormalan gejala klinis, selain parameter yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, diketahui adanya pengaruh pemberian ekstrak terhadap perubahan berat badan mencit. Hasil yang diperoleh dari skrining farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba benalu mangga menimbulkan pengaruh pada sistem saraf pusat yaitu menurunkan efek retablismen dan gelantung pada mencit jantan, serta memberikan efek katalepsi pada mencit betina.

Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademik Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran yang telah mendukung penulis untuk menyelesaikan studi program sarjana Farmasi.

Daftar Pustaka Katrin AA. Pengaruh berbagai ekstrak daun benalu Den- drophthoe petandra L Miq. J Bahan Alam Indonesia. Purnomo B. Uji ketoksikan akut fraksi etanol daun benalu Dendropthoe Sp pada mencit jantan dan uji kandungan kimia skripsi. Mari minum obat ba- han alam dan jamu dengan baik dan Info POM. Tersedia dari: perpusta- kaan. Khakim A. Ertingsh pada mencit jantan dan uji kandungan kimia skripsi. Perbandingan profil lipid dan perkembangan lesi ateroskle- rosis pada tikus wistar yang diberi diet perasan pare dengan diet perasan pare dan statin tesis.

DESCARGAR LIBRO LA AMORTAJADA PDF

Associated Content

Samukazahn In other cases, the bird will swallow the whole fruit with the seed. A few pairs of obvious lateral veins can usually be seen. Studies have shown that this species contains natural antioxidant and antidiabetes compounds. Support Center Support Center. Denndrophthoe inflammation in mice model that are initiated by the DSS causes colitis, deoxyribonucleic acid DNA damage and encourages the emergence of adenoma [ ]. Immunohistochemistry for cell proliferation The cell proliferation patterns in the colon tissue were assessed by using BrdU immunohistochemistry.

TIREOIDITE DE HASHIMOTO PDF

DENDROPHTHOE PENTANDRA PDF

Abstract Background Mango mistletoes Dendrophthoe pentandra MMDP extract has attracted interest due to its pharmacological properties, including gastro protective effects. The aim of this study was to investigate whether MMDP extract could increase Foxp3 regulatory T cells and inhibits development of Th17 cells. On day 8 of the experiment, the colon tissues were removed for histological examination, cytokine and myeloperoxidase MPO measurement. T-cells sub-population in mesenteric lymph nodes were analyzed by flow cytometer. Administration of the extract significantly decreased the severity of TNBS-induced colitis in a dose-dependent manner. The extract lowered the levels of Thassociated cytokines but increased the production of Treg-associated cytokines in mesenteric lymph node cells. Peer Review reports Background Dendrophthoe pentandra is an Indonesian mistletoe species that belongs to the family Loranthaceae.

DENDROPHTHOE PENTANDRA PDF

Kata Kunci: Ekstrak etanol Dendrophthoe pentandra L. Benalu digunakan oleh masyarakat sebagai obat antiradang, pereda sakit analgesik , antivirus, antikanker, dll. Sebab menurut Badan POM terdapat beberapa obat tradisional yang tidak dipergunakan lagi untuk pengobatan karena memberikan efek yang tidak diinginkan. Selain itu, obat bahan alam dapat mengandung khasiat senyawa yang toksik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan uji toksisitas akut ekstrak etanol herba benalu mangga sebagai tahap awal uji keamanan farmakologi.

HSD101PWW1-A00 REV.4 PDF

.

Related Articles