LAPORAN ASIDI ALKALIMETRI PDF

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan proses titrasi. Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. Dalam titrasi itu sendiri ada bermacam-macam cara yang sering digunakan, salah satunya adalah asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri dan alkalimetri adalah salah satu dari empat golongan utama dalam penggolongan reaksi dalam analisis titrimetri. Asidimetri dan Alkalimetri ini melibatkan titrasi basa bebas atau basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dengan suatu asam standar asidimetri dan titrasi asam bebas atau asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah dengan suatu basa standar alkalimetri.

Author:Doujin Vushakar
Country:Bolivia
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):24 February 2016
Pages:348
PDF File Size:20.47 Mb
ePub File Size:1.93 Mb
ISBN:330-2-76438-612-4
Downloads:50921
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Doujinn



Tabel I. Asam x 1 2. Pembahasan 1. Hal ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi HCl perlu distandarisasi karena dibuat dari pengenceran. Indikator metil orange dibuat atau digunakan untuk menentukan menentukan kapan titik akhir titrasi TAT tercapai dengan indikasi perubahan warna, dimana indikator metil orange dari warna orange akan berubah warna menjadi merah muda.

Indikator metil orange memiliki trayek pH antara 3,,5 yang telah diketahui bahwa jika asam kuat direaksikan dengan natrium karbonat akan menghasilkan natrium klorida dan asam karbonat. Proses titrasi pada larutan berubah warna menjadi orange kemerahan sehingga dapat dikatan bahwa larutan telah bersuasana basa.

Berdasarkan data yang diperoleh, konsentrasi HCl adalah 0. Penggunaan Na2CO3 sebagai larutan standar primer karena mudah dimurnikan dan mudah diperiksa kemurniannya, stabil, dan mempunyai berat titik ekuivalen tinggi untuk standarisasi HCl menggunakan Na2CO3 dengan satuan konsentrasi yang berbeda.

Pada saat standarisasi NaOH, indikator yang digunakan adalah fenolftalein dimana indikator ini memiliki rentang trayek pH pada suasana basa yaitu 8,,0.

Standarisasi NaOH juga menggunakan larutan asan oksalat H2C2O4 , larutan ini dipilih karena memenuhi kriteria larutan standar primer dari basa kuat. Perhitungan kualitas zat dalam titrasi didasarkan pada jumlah zat pereaksi yang tepat saling menghabiskan dengan zat tersebut. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna dari bening menjadi lembayung. Sebab NaOH bersifat higroskopis atau tidak stabil. Karena itu volume konsentrasi tepatnya tidak dapat dihitung dari berat NaOH yang ditimbang dan volume larutan yang dibuat sehingga NaOH harus distandarisasi.

Penentuan konsentrasi Asam Asetat Sebelum dititrasi asam asetat terlebih dahulu diencerkan, ini dikarenakan agar konsentrasi asam asetat tidak lebih pekat dari konsentrasi NaOH, sehingga jika diencerkan NaOH yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.

Srta dalam titrasi ini menghasilkan natrium konjugasi, itu asetat yang merupakan basa kenapa indikator sebabnya alasan fenoftalein pp yang dipilih untuk melakukan titrasi. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi lembayung.

Untuk mengetahui konsentrasi asam asetat setelah dititrasi dapat digunakan rumus pengenceran. Konsentrasi asam asetat setelah dititrasikan dengan NaOH yaitu berdasarkan data yang diperoleh konsentrasi Asam asetat adalah 0, M. Saran 1 Lebih teliti dalam mengamati perubahan warna dan skala volume pada biuret.

EIN HAUS VOLL GLORIE SCHAUET PDF

LAPORAN PRAKTIKUM ASIDI - ALKALIMETRI

Tabel I. Asam x 1 2. Pembahasan 1. Hal ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi HCl perlu distandarisasi karena dibuat dari pengenceran. Indikator metil orange dibuat atau digunakan untuk menentukan menentukan kapan titik akhir titrasi TAT tercapai dengan indikasi perubahan warna, dimana indikator metil orange dari warna orange akan berubah warna menjadi merah muda.

FONDAMENTI DI CHIMICA GENERALE RAYMOND CHANG PDF

LAPORAN PRAKTIKUM ASIDI-ALKALIMETRI.docx

Gambar 2. Flowsheet Pembuatan Asam Nitrat 10 Gambar 3. Perhitungan Kadar Asam Asetat 19 Tabel 5. Perhitungan Kadar Sampel I 19 Tabel 5. Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan Praktikum Kimia Analisa dan agar dapat mengikuti praktikum-praktikum selanjutnya yang ada di Departemen Teknik Kimia.

LIBRO BOQUITAS PINTADAS MANUEL PUIG PDF

Asidimetri adalah pengukuran jumlah asam atau pengukuran dengan asam yang diukur jumlah asam atau garam. Adapun alat-alat yang digunakan antara lain: buret, statif besi, pipet tetes, corong, beaker glass, erlenmeyer, klem, aluminium foil. Cara ini cukup menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatannya juga cukup tinggi. Titrasi asidi-alkalimetri dibagi menjadi dua bagian besar yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah titrasi dengan menggunakan larutan standar asam untuk menentukan basa. Asam-asam yang biasanya dipergunakan adalah HCl, asam cuka, asam oksalat, asam borat. Sedangkan alkalimetri merupakan kebalikan dari asidimetri yaitu titrasi yang menggunakan larutan standar basa untuk menentukan asam.

Related Articles