MAKALAH BIOLISTRIK PDF

System Saraf dan Neuron System saraf dibagi dalam 2 bagian yaitu: 1. Sistem saraf pusat Terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. Saraf perifer ini adalah serat saraf yang mengirim informasi sensoris ke otak atau ke Medulla spinalis disebut Saraf Affren, sedangkan serat saraf yang menghantarkan informasi dari otak atau medulla spinalis ke otot atau medulla spinalis ke otot serta kelenjar disebut saraf Efferen 2. Sistem saraf otonom Serat saraf ini mengatur organ dalam tubuh. Misalnya jantung, usus dan kelenjar-kelenjar. Pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar.

Author:Zubar Voodoojar
Country:Mongolia
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):14 November 2007
Pages:474
PDF File Size:14.45 Mb
ePub File Size:4.52 Mb
ISBN:544-9-78742-241-6
Downloads:32650
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kegis



Pengamatan terhadap gaya tarik listrik dapat ditelusuri sampai pada zaman Yunani kuno. Orang-orang yunani kuno telah mengamati bahwa setelah batu amber digosok, batu tersebut akan menarik benda kecil seperti jerami atau bulu. Sedangkan kata Listrik itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu electron. Read More Kelistrikan memegang peranan penting dalam bidang kedokteran. Ada dua aspek dalam bidang kedokteran yaitu listrik dan magnet yang timbul dalam tubuh manusia, serta penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia.

Nah, listrik yang ada pada tubuh kita disebut dengan Biolistrik atau sering diartikan sebagai listrik yang terdapat pada makhluk hidup, yang mana berasal dari kata bio berarti makhluk hidup dan kata listrik. Makalah ini membahas tentang sinyal listrik yang dihasilkan oleh tubuh.

Listrik yang dihasilkan di dalam tubuh berfungsi mengendalikan dan mengoperasikan saraf, otot, dan berbagai organ. Pada dasarnya, semua fungsi dan aktivitas tubuh sedikit banyak melibatkan listrik. Gaya-gaya yang ditimbulkan oleh otot disebabkan tarik-menarik antara muatan listrik yang berbeda. Kerja Otot, otak dan jantung pada dasarnya bersifat elektrik listrik.

Sistem saraf berperan penting pada hampir semua fungsi tubuh. Otak, yang pada dasarnya adalah suatu komputer sentral, menerima sinyal eksternal dan internal dan biasanya menghasilkan respons yang sesuai. Informasi disalurkan sebagai sinyal listrik di sepanjang saraf-saraf. Saat kita menjalankan fungsi-fungsi khusus tubuh, banyak sinyal listrik yang dihasilkan.

Sinyal-sinyal ini dihasilkan dari proses elektrokimiawi tertentu. Oleh karena itu maka makalah ini akan membahas sebagian dari sinyal-sinyal listrik dalam tubuh yaitu mengenai sistem saraf dan neuron, sinyal listrik dari otot dan jantung serta potensial listrik saraf. Bagaimana awal mula ditemukan biolistrik serta pengertian biolistrik?

Apa saja bagian-bagian dari sistem saraf beserta dengan fungsinya? Sebutkan bagian-bagian dari neuron serta fungsinya? Sebutkan macam-macam neuron? Jelaskan mengenai sistem kerja potensial aksi saraf? Jelaskan mengenai sistem kerja potensial istirahat saraf? Bagaimana sinyal listrik dari otot Elektromiogram?

Dapat mengetahui asal mula dan pengertian dari biolistrik. Mengetahui apa saja bagian-bagian dari sistem saraf serta fungsinya. Dapat menyebutkan bagian-bagian neuron dan fungsinya 4. Dapat menyebutkan macam-macam neuron 5. Menjelaskan kerja potensial aksi saraf 6. Dapat menjelaskan kerja potensial istirahat saraf 7. Mengetahui bagaimana sinyal listrik dari otot dan sinyal listrik dari jantung. Menambah ilmu dan wawasan penulis khususnya, pembaca pada umumnya mengenai kelistrikan dalam tubuh.

Sebagai penambah bahan acuan bagi kita sebagai calon guru Fisika dalam memberikan materi pelajaran. Kemudian dari berbagai sumber tersebut dirangkum dengan memperhat ikan materi yang dibahas dalam makalah ini. BAB II 2. Pikiran kita terdiri dari daya listrik hidup, semua daya ini berkumpul didalam pusat akal didalam otak dalam bentuk potensi daya listrik.

Dari pusat akal, daya ini kemudian diarahkan ke seluruh anggota tubuh kita, yang kemudian bergerak oleh perangsangnya. Potensi daya listrik hidup ini, yang tertimbun didalam pusat akal harus di tuntut oleh sesuatu supaya mengalir untuk mengadakan gerakan tubuh kita atau bagian-bagian tubuh lainnya. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Kemampuan sel syaraf neurons menghantarkan isyarat biolistrik sangat penting.

Transmisi sinyal biolistrik TSB mempunyai sebuah alat yang dinamakan Dendries yang berfungsi mentransmsikan isyarat dari sensor ke neuron. Aktifitasi bolistrik pada suatu otot dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti gelombang pada permukaan air. Berikut penjelasannya: Sistem saraf pusat Sistem saraf pusat ini terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer.

Saraf ferifer ini adalah Serat saraf neuron yang menyalurkan informasi sensorik ke otak atau ke medulla spinalis di sebut saraf afferent.

Serat saraf yang menyalurkan atau menghantarkan informasi dari otak atau medulla spinalis ke otot dan kelenjar yang di sebut saraf efferent.

Bagian utama otak adalah otak besar Cerebrum , otak kecil Cerebellum , dan batang otak. Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari.

Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil, disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.

Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.

Sistem saraf Otonom Sistem saraf Otonom mengendalikan ataupun mengatur berbagai organ internal, misalnya jantung, usus dan kelenjar. Namun, pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung akson. Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas.

Sel saraf disebut neuron. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar. Suatu sel saraf neuron merupakan bagian terkecil dalam suatu skema saraf dan berfungsi untuk menerima, menginterpretasi, dan menghantarkan pesan listrik atau aliran listrik.

Sel saraf terdiri dari tubuh serta serabut yang menyerupai ranting. Serabutnya juga terdiri dari 2 macam, yaitu dendrit dan akson. Ada banyak jenis neuron, pada dasarnya neuron terdiri dari sel-sel tubuh yang menerima aliran listrik dari neuron lain melalui kontak yang disebut sinapsis yang terletak di dendrit atau pada tubuh sel. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls rangsangan. Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson. Badan sel Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf yang berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson.

Dendrit Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel. Akson Neurit Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril.

Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulanbelakang. Tahap Istirahat Resting Membrane Potential Tahap ini adalah tahap potensial membran istirahat, sebelum terjadinya potensial aksi. Tahap Depolarisasi Membran tiba-tiba menjadi permeable terhadap ion NA sehingga banyak sekali ion NA mengalir ke dalam akson.

Keadaan polarisasi normal sebesar mV akan hilang dan potensial meningkat dengan arah positif. Keadaan ini disebut depolarisasi. Tahap Repolarisasi Tahap ini, dalam waktu yang sangat singkat sekali sesudah membran menjadi permeable terhadap ion NA, saluran NA mulai tertutup dan saluran K terbuka lebih daripada normal.

Kemudian difusi ion K yang berlangsung cepat ke bagian luar akan membentuk kembali potensial membran istirahat negatif yang normal. Peristiwa ini disebut repolarisasi membran. Aktivitas sel dari keadaan polarisasi menjadi depolarisasi dan kemudian kembali ke polarisasi lagi disertai dengan terjadinya perubahan-perubahan pada potensial membran sel. Perubahan tersebut adalah dari negatif di sisi dalam berubah menjadi positif dan kemudian kembali lagi menjadi negatif.

Perubahan ini menghasilkan suatu impuls tegangan yang disebut potensial aksi action potential. Potensial aksi dari suatu sel akan dapat memicu aktivitas sel-sel lain yang ada di sekitarnya. Perubahan-perubahan potensial membran mulai keadaan istirahat, depolarisasi, repolarisasi, dan kembali istrahat diperlihatkan dalam Gambar 5.

Perubahan potensial tersebut berupa impuls yang disebut potensial aksi sel. Ada lima fase dalam potensial aksi tersebut yaitu fase 4, 0, 1, 2, dan 3. Fase 4 adalah fase istirahat sel.

Gambar 5. Potensial aksi sel Fase 0 adalah fase pada saat kanal sodium terpicu-tegangan kanal cepat terbuka sehingga ion-ion sodium dengan cepat masuk ke dalam sel. Fase 1 adalah fase pada saat kanal potasium mulai membuka dengan lambat.

Fase 2 adalah kombinasi fase menutupnya kanal sodium terpicu-tegangan, membukanya kanal kalsium-sodium terpicu-tegangan kanal lambat , dan membukanya kanal potasium terpicu-tegangan. Fase ini disebut plateau. Fase 3 adalah fase kombinasi menutupnya kanal-kanal sodium dan kalsium-sodium terpicu-tegangan serta membukanya kanal potasium terpicu-tegangan.

Selanjutnya sel kembali ke fase 4. Potensial istirahat sel Dalam keadaan istirahat, antara sisi dalam dan luar membran sel terdapat suatu beda potensial yang disebut dengan potensial istirahat sel cell resting potential. Potensial ini berpolaritas negatif di sisi dalam dan positif di sisi luar membran sel. Dalam keadaan istirahat, di sisi dalam dan luar membran sel sama-sama terdapat ion-ion potasium dan sodium, tetapi dengan konsentrasi yang berbeda.

Difusi ion-ion potasium dan sodium menembus membran sel akan mempengaruhi potensial di sisi dalam dan luar membran sel.

KIDANI VILLAGE MAP PDF

MAKALAH BIOLISTRIK

Pada tahun Caldani menunjukan kelistrikan pada otot katak yang telah mati. Luigi Galvani mulai mempelajari kelistrikan pada hewan kemudian pada tahun Luigi galvani melaporkan hasil ekspirimenya bahwa ke dua kaki katak terangkat ketika di berikan aliran listrik lewat suatu konduktor. Arrons meraskan ada aliran frekunsi tinggi melalui beliau sendiri serta pembantunya asistenya. Pada tahun Van seynek melakukan pengamatan tentang terjadinya panas pada jaringan yang di sebabkan oleh aliran frekuensi tinggi.

FINANCIAL RISK MANAGER HANDBOOK 6TH EDITION PHILIPPE JORION PDF

makalah biolistrik

Urutan tahap potensial aksi adalah sebagai berikut: a. Tahap Istirahat Resting Membrane Potential Tahap ini adalah tahap potensial membran istirahat, sebelum terjadinya potensial aksi. Tahap Depolarisasi Membran tiba-tiba menjadi permeable terhadap ion NA sehingga banyak sekali ion NA mengalir ke dalam akson. Keadaan polarisasi normal sebesar mV akan hilang dan potensial meningkat dengan arah positif. Keadaan ini disebut depolarisasi. Tahap Repolarisasi Tahap ini, dalam waktu yang sangat singkat sekali sesudah membran menjadi permeable terhadap ion NA, saluran NA mulai tertutup dan saluran K terbuka lebih daripada normal. Kemudian difusi ion K yang berlangsung cepat ke bagian luar akan membentuk kembali potensial membran istirahat negatif yang normal.

Related Articles