ISOLASI TRIMIRISTIN PDF

Pendahuluan Pala merupakan tumbuhan yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Tumbuhan pala seperti pohon pada umumnya yaitu memiliki daun, batang dan biji. Proporsi asam miristat yang sangat banyak terikat dalam trigliserida menunjukkan bahwa senyawa trigliserida dalam trimiristin mempunyai proporsi yang banyak sam dengan asam miristat. Trimiristin yaitu ester yang terbentuk dari gliserol dan asam miristat. Gliserida dalam biji pala mempunyai kadar yang tinggi tanpa tercampur dari ester-ester lain yang sejenis.

Author:Fauzragore Tugami
Country:Burundi
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):10 May 2005
Pages:347
PDF File Size:2.33 Mb
ePub File Size:8.97 Mb
ISBN:365-6-45185-297-5
Downloads:17917
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Salar



Pendahuluan Pala merupakan tumbuhan yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Tumbuhan pala seperti pohon pada umumnya yaitu memiliki daun, batang dan biji. Proporsi asam miristat yang sangat banyak terikat dalam trigliserida menunjukkan bahwa senyawa trigliserida dalam trimiristin mempunyai proporsi yang banyak sam dengan asam miristat.

Trimiristin yaitu ester yang terbentuk dari gliserol dan asam miristat. Gliserida dalam biji pala mempunyai kadar yang tinggi tanpa tercampur dari ester-ester lain yang sejenis.

Kandungan trimiristin dalam biji pala cukup tinggi sehingga bisa diperoleh dengan cara ekstraksi eter yang sederhana. Trimiristin Slamet, Isolasi trimiristin yang merupakan salah satu produk utama dari buah pala dilakukan dengan ekstraksi kloroform. Trimiristin yang direaksikan dengan alkali menghasilkan asam miristat. Isolasi trimiristin dari biji pala yang paling baik adalah dengan cara ekstraksi eter dengan alat refluks dan residunya dihabiskan dengan aseton Wilcox, Prinsip umum metode refluks yaitu penarikan kimia yang dilakukan dengan memasukkan sampel dengan larutan penyari dalam labu alas bulat dan dipanaskan.

Uap cairan penyari nantinya akan terkondensasi pada kondensor dan menjadi molekul-molekul yang akan turun kembali pada labu alas bulat. Keuntungan menggunakan metode ini yaitu digunakan untuk mengekstraksi sampel yang mempunyai tekstur kasar dan tahan dari pemanasan langsung, sedangkan kelemahannya yaitu membutuhkan volume total pelarut dalam jumlah yang sangat besar Slamet, Teknik pemisahan dan prosedur asam mirista dari biji pala pada dasarnya adalah ekstraksi trimiristin dari biji pala menggunakan pelarut yang sesuai agar mendapatkan trimiristin dengan jumlah yang banyak dikarenakan trimiristin yang terdapat dalam biji pala tersebut dengan kadar yang tinggi, maka hasil ekstraksi yang murni dapat diperoleh dengan cara yang sederhana dan kristalisasi.

Kristal trimiristin yang sudah didapatkan lalu dihidrolisa dalam suasana basa sehingga menghasilkan asam miristat dan gliserol Actander, Aseton Aseton memiliki rumus kimia yaitu C3H6O. Aseton memilki sifat fisik dan sifat kimia yaitu berwujud larutan, berbau seperti buah dan rasanya agak manis. Aseton berbahaya jika terkena kulit, penanganan pertama saat terkena kulit yaitu basuh menggunakan air dingin dan oleskan kulit yang teriritasi menggunakan emolien serta melepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi oleh larutan Anonim, Akuades Akuades memilki rumus kimia H2O.

Akuades memiliki pH sama dengan 7. Akuades tidak memiliki dampak kesehatan baik akut maupun kronis sehingga tidak ada pertolongan pertama ketika berinteraksi dengan tubuh Anonim, Kloroform Kloroform memilki rumus kimia CHCl3.

Kloroform memiliki wujud cair, berbau agak manis, berasa manis dan tidak berwarna. Kelarutan kloroform yaitu sangat sedikit larut dalam air dingin. Identifikasi bahaya yang ditimbulkan dari kloroform yaitu berbahaya dalam kasus kontak kulit, mata serta sedikit berbahaya dalam kasus kontak kulit permeator.

Tindakan pertolongan pertama saat terjadi kontak mata yaitu segera lepaskan lensa kontak dan basuh mata dengan air mengalir selama minimal 15 menit Anonim, Prinsip Kerja Serbuk biji pala diekstraksi dengan refluks untuk mendapatkan kristal trimiristin murni yang kemudian dihidrolisis dalam suasana basa.

Asam miristat yang didapatkan dari hidrolisis kemudian dipisahkan dengan cara kristalisasi. Alat Timbangan, mortar, labu alas bulat mL, kondensor refluk, termometer, corong penyaring, gelas ukur 10 mL, pipet mohr 10 mL, penangas air, ice-bath, oven, alat penentu titik leleh. Bahan Kloroform, kertas saring, aseton, biji pala. Prosedur Kerja Ditimbang serbuk pala sebanyak 5 gram yang telah dihaluskan dalam labu mL dan diberi label labu 1 lalu ditambahkan diklorometana sebanyak 50 mL.

Labu 1 dihubungkan dengan kondensor pendingin. Didinginkan beberapa menit, kemudian disaring dalam keadaan hangat kedalam erlenmeyer mL.

Padatan dibilas pada kertas saring dengan 5 mL diklorometana. Diuapkan pelarut tersebut menggunakan penangas air, namun jangan sampai kering, kemudain didinginkan sampai pelarut yang tersisa hanya sedikit. Ditambahkan aseton sebanyak 10 mL sambil diaduk lalu didinginkan dalam ice-bath. Endapan disaring dengan kertas aring yang telah ditimbang. Endapan dibilas menggunakan 10 mL aseton dan dikeringkan diudara atau dengan oven suhu rendah, kemudian ditimbang dan dihitung presentase rendemen serta ditentukan titik lelehnya.

Trimiristin merupakan suatu trigliserida yang terbentuk dari gliserol dan assam miristat. Prinsip dasar dari percobaan ini adalah proses refluks dan rekristalisasi. Metode refluks mempunyai prinsip mempertahankan reaksi saat ekstraksi berlangsung dengan pemanasan dan penguapan, serta menjaga kestabilan titik didih dibawah titik didih pelarut.

Metode refluks digunakan karena dalam proses refluks tidak ada senyawa yang hilang, dikarenakan uap yang dihasilkan dari senyawa akan didinginkan oleh kondensor yang selanjutnya berubah menjadi cairan kembali dan masuk ke dalam labu alas bulat lagi.

Perlakuan pertama pada percobaan ini yaitu serbuk biji pala yang dicampurkan dengan pelarut kloroform. Pelarut kloroform yang digunakan berfungsi untuk melarutkan trimiristin yang sifatnya nonpolar sehingga diperlukan pelarut nonpolar pula. Kloform bersifat nonpolar karena atom-atom penyusunnya yaitu antara C dan Cl memiliki perbedaan keelektronegatifan yang rendah.

Trimiristin bersifat nonpolar karena tersusun atas rantai hidrokarbon yang panjang. Sesuai dengan prinsip like dissolve like, bahwa senyawa polar akan larut dengan senyawa polar begitu juga sebaliknya, sehingga trimiristin dapat larut pada kloroform. Setelah pereflukan 30 menit selanjutnya penyaringan yang bertujuan untuk memisahkan residu dengan filtrat yang berwarna kuning agak coklat.

Filtrat yang didapatkan langsung dipanaskan untuk menguapkan kloroform yang ada pada campuran tersebut sehingga hanya tersisa trimiristin saja agar mudah untuk pembentukan rekristalisasi. Prosedur selanjutnya yaitu penambahan larutan aseton yang berfungsi untuk mengendapkan trimiristin dan mengikat pengotor-pengotor yang tidak diinginkan.

Fungsi penggunaan aseton dikarenakan aseton bersifat semipolar sehingga trimiristin tidak larut dengan aseton dan dapat menghasilkan kristal kembali saat didinginkan. Aseton juga mudah menguap daalm suhu kamar, sehingga pengotor yang diikat oleh aseton akan ikut menguap bersama aseton. Pengadukan saat penambahan aseton dan sebelum didinginkan bertujuan untuk membuat larutan menjadi homogen karena suatu larutan yang diaduk menyebabkan partikel-partikel zat dalam larutan akan bergerak semakin tidak beraturan sehingga dapat terjadi kesamaan antar partikel zat dalam larutan.

Pendinginan setelah pengadukan tersebut dilakukan untuk mempercepat pembentukan kristal dan semakin banyak kristal yang terbentuk atau disebut dengan rekristalisasi. Langkah yang terakhir setelah terbentuk endapan yaitu menyaring menggunakan kertas saring agar kristal yang terbentuk tidak ikut terbuang dan penambahan aseton juga berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa endapan yang masih menempel lalu dikeringkan didalam oven agar dapat diketahui berapa kadar trimiristin yang diperoleh dari percobaan tersebut.

Masa awal yang digunakan yaitu sebanyak 5 gram, seharusnya rendemen yang dihasilkan adalah sebanyak 1,25 gram. Kesalahan yang mungkin terjadi yaitu pada proses ekstraksi masih banyak trimiristin yang terkandung pada biji pala dalam artian saat refluks tidak terlarut secara sempurna.

Kemungkinan yang kedua yaitu pada saat pendinginan belum terjadi rekristalisasi secara sempurna namun telah dilakukan pengehentian dan langsung disaring sehingga trimiristin belum mengkristal secara sempurna. Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan isolasi trimiristin dari biji pala adalah trimiristin dalam biji pala dapat diperoleh dengan cara mengekstraksi biji pala dengan metode refluks menggunakan pelarut yang dipanaskan dan metode rekristalisasi untuk mendapatkan trimiristin yang murni.

Referensi Actander, S. Chemistry of Parfume and Flavour. New Jersey : Prentice Hall. Diakses tanggal 10 Maret Masyithah, Z.

Kamus Kimia. Bandung : Ganesha Silatama Slamet, S. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta : Liberty. Tim Penulis. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Jember: Universitas Jember. Wilcox, C. Experimental Organic Chemistry, 2nd edition.

APC SURTA2200XL PDF

PERCOBAAN 2 ISOLASI TRIMIRISTIN DARI BIJI BUAH PALA (Praktikum Kimia Organik)

Mengandung unsur-unsur psitropik menimbulkan halusinasi 2. Mengakibatkan muntah-muntah, kepala pusing, rongga mulut kering, meningkatkan rasa muntah dan diakhiri dengan kematian. Memiliki daya bunuh terhadap larva serangga 4. Tidak menimbulkan alergi jika dioleskan pada kulit manusia. Helmkamp, 2.

JRC4558DD DATASHEET PDF

Laporan Isolasi Trimiristin Dari Biji Pala

Campuran filtrat dan residu berwarna kuning kecoklatan 2. Campuran didinginkan, filtratnya diambil dimasukkan labu bulat dan didestilasi, lapisan eter dipisah dengan residunya. Terbentuk filtrat berwarna kuning dan residu berwarna coklat 3. Residu dilarutkan dalam 50 mL aseton dan dipanaskan, dimasukkan dalam erlenmeyer mL dinginkan pada suhu kamar 30 menit. Terbentuk Kristal putih Pemisahan dengan corong bunchner, pengambilan residunya, penghitungan presentase rendemen dan pengukuran titik lelehnya. Jawab : V.

ENVIROLINE 376 PDF

laporan praktikum : Isolasi Asam Trimiristin Dalam Biji Pala

Latar b elakang Indonesia merupakan Negara kaya akan rempah-rempah, Pala Myristica fragrans Houtt merupakan salah satunya. Tumbuhan ini memiliki manfaat yang besar dibeberapa sisi, diantaranya digunakan untuk penyedap makanan, selain itu digunakan juga sebagai bahan pembuat parfum, sabun, bahan pengolah gula, bahan baku industry minuman dan makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Memakan maksimum 5 gram bubuk atau minyak pala mengakibatkan keracunan yang ditandai dengan muntah, kepala pusing dan mulut kering. Namun dalam takaran tertentu dapat dijadikan sebagai penyedap makanan, khususnya didaerah eropa.

Related Articles