DEFINISI UROLITHIASIS PDF

Latar Belakang Urolithiasis adalah adanya batu atau kalkulus dalam sistem urinarius. Urolithiasis mengacu pada adanya batu kalkuli ditraktus urinarius. Batu terbentuk dari traktus urinarius ketika konsentrasi subtansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat sedangkan nefrolitiasis adalah adanya batu pada atau kalkulus dalam velvis renal. Batu ginjal merupakan batu saluran kemih, sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan Mesir kuno dengan diketemukannya batu pada kandung kemih mummi.

Author:Doudal Vigor
Country:Libya
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):18 July 2018
Pages:187
PDF File Size:6.3 Mb
ePub File Size:19.79 Mb
ISBN:422-3-19387-875-1
Downloads:78709
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikasa



Ureter Terdiri dari 2 pipa yang masing-masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih. Vesika Urinaria Sebuah kantung dengan otot yang mulus dan berfungsi sebagai penampung air seni yang berubah-ubah jumlahnya karena kandung kemih dapat mengembang dan mengempis. Ureter Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih.

Berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Dalam anatomi, uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuang baik pada sistem kemih atau ekskresi dan sistem seksual. Pada pria, berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.

Fungsi Homeostasis ginjal Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melaluin pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urin yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yangn melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negative. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik vasopresin, untuk menekan sekresi air sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal.

Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih yang dibedakan sebagai faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik, meliputi : a. Herediter : diduga dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Umur : paling sering didapatkan pada usia tahun c. Jenis kelamin : jumlah pasien pria 3 kali lebih banyak dibanding pasien wanita.

Faktor ekstrinsik, meliputi: a. Geografi, pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt sabuk batu. Asupan air; kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih. Diet; diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu saluran kemih. Pekerjaan; penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas fisik sedentary life.

Teori Terbentuknya Urolithiasis atau Batu Ginjal Teori nukleasi: Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu atau sabuk batu nukleus. Partikel-partikel yang berada dalam larutan kelewat jenuh akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu.

Inti bantu dapat berupa kristal atau benda asing saluran kemih. Teori matriks: Matriks organik terdiri atas serum atau protein urine albumin, globulin dan mukoprotein sebagai kerangka tempat mengendapnya kristal-kristal batu. Penghambat kristalisasi: Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal yakni magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan beberapa peptida. Jika kadar salah satu atau beberapa zat ini berkurang akan memudahkan terbentuknya batu dalam saluran kemih.

Komposisi batu Batu saluran kemih pada umumnya mengandung unsur: kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, magnesium-amonium-fosfat MAP , xanthyn dan sistin. Pengetahuan tentang komposisi batu yang ditemukan penting dalam usaha pencegahan kemungkinan timbulnya batu residif. Asam urat dalam urine dapat bertindak sebagai inti batu yang mempermudah terbentuknya batu kalsium oksalat. Asam urat dalam urine dapat bersumber dari konsumsi makanan kaya purin atau berasal dari metabolisme endogen.

Batu Struvit Batu struvit disebut juga batu sebagai batu infeksi karena terbentuknya batu ini dipicu oleh adanya infeksi saluran kemih. Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan pemecah urea uera splitter seperti: Proteus spp. Suasana basa ini memudahkan garam-garam magnesium, amonium, fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium amonium fosfat MAP dan karbonat apatit. Kegemukan, alkoholik dan diet tinggi protein mempunyai peluang besar untuk mengalami penyakit ini.

Batu terbentuk ketika konsentrasi supstansi seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat dan asam urat meningkat. Batu juga dapat terbentuk ketika difisiensi supstrats tertentu. Seperti sitrat yang secara normal mencegah kristalisasi dalam urine, serta status cairan pasien.

Infeksi, stasis urine, serta drainase renal yang lambat dan perubahan metabolic kalsium, hiperparatiroid, malignansi, penyakit granulo matosa sarkoldosis, tuberculosis , masukan vitamin D berlebih merupakan penyebab dari hiperkalsemia dan mendasari pembentukan batu kalsium.

Batu asam urat dapat dijumpai pada penyakit Gout. Batu struvit mengacu pada batu infeksi, terbentuk dalam urine kaya ammonia alkalin persisten akibat uti kronik. Batu urinarius dapat terjadi pada inflamasi usus atau ileostomi. Batu sistin terjadi pada pasien yang mengalami penurunan efek absorbsi sistin asam ammonia turunan. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan nyeri ketok di daerah kosto-vertebra, teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis, ditemukan tanda-tanda gagal ginjal, retensi urine dan jika disertai infeksi didapatkan demam atau menggigil.

Pemeriksaan sedimen urine menunjukan adanya lekosit, hematuria dan dijumpai kristal-kristal pembentuk batu. Pemeriksaan kultur urine mungkin menunjukkan adanya adanya pertumbuhan kuman pemecah urea. Pemeriksaan faal ginjal bertujuan mencari kemungkinan terjadinya penurunan fungsi ginjal dan untuk mempersipkan pasien menjalani pemeriksaan foto PIV.

Perlu juga diperiksa kadar elektrolit yang diduga sebagai penyebab timbulnya batu salran kemih kadar kalsium, oksalat, fosfat maupun urat dalam darah dan urine. Pembuatan foto polos abdomen bertujuan melihat kemungkinan adanya batu radio-opak dan paling sering dijumpai di atara jenis batu lain. Batu asam urat bersifat non opak radio-lusen. Pemeriksaan pieolografi intra vena PIV bertujuan menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal.

Selain itu PIV dapat mendeteksi adanya batu semi opak atau batu non opak yang tidak tampak pada foto polos abdomen. Ultrasongrafi dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan PIV seperti pada keadaan alergi zat kontras, faal ginjal menurun dan pada pregnansi.

Pemeriksaan ini dapat menilai adanya batu di ginjal atau buli-buli tampak sebagai echoic shadow , hidronefrosis, pionefrosis atau pengkerutan ginjal. Indikasi untuk melakukan tindakan pada batu saluran kemih adalah telah terjadinya obstruksi, infeksi atau indikasi sosial.

Batu dapat dikeluarkan melalui prosedur medikamentosa, dipecahkan dengan ESWL, melalui tindakan endo-urologi, bedah laparoskopi atau pembedahan terbuka. Prinsip pencegahan didasarkan pada kandungan unsur penyusun batu yang telah diangkat. Secara umum, tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah: a. Menghindari dehidrasi dengan minum cukup, upayakan produksi urine liter per hari.

Aktivitas harian yang cukup. Medikamentosa Beberapa diet yang dianjurkan untuk untuk mengurangi kekambuhan adalah: a. Rendah protein, karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana urine menjadi lebih asam. Rendah oksalat. Rendah garam karena natiuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuria.

Rendah purin. Rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada hiperkalsiuria absorbtif type II. Urine 24 jam : kreatinin, asam urat, kalsium, fosfat, oksalat, atau sistin mungkin meningkat. Kultur urin: mungkin menunjukan ISK Stapilococus aureus, proteus, klebsiela, pseudomonas Survey biokimia: peningkatan kadar magnesium, kalsium, asam urat, fosfat, protein, elektrolit. Kadar klorida dan bikarbonat serum: peninggian kadar klorida dan penurunan kadar bikarbonat menunjukan adanya asidosis tubulus ginjal.

SDM: biasanya normal. PTH merangsang reabsorbsi kalsium dari tulang meningkatkan sirkulasi serum dan kalsium urine. IVP: memberikan konfirmasi cepat urolitiasis seperti penyebab nyeri abdominal atau panggul.

Menunjukkan abnormalitas pada struktur anatomik distensi ureter dan garis bentuk kalkuli. Ultrasound ginjal: untuk menentukan perubahan obstruksi, lokasi batu. Obstruksi urin dapat teerjadi di sebelah hulu dari batu di bagian mana saja di saluran kemih. Obstruksi di atas kandung kemih dapat menyebabkan hidroureter, yaitu ureter membengkak oleh urin. Hidroureter yang tidak diatasi, atau obstruksi pada atau di atas tempat ureter keluar dari ginjal dapat menyebabkan hidronefrosis yaitu pembengkakan pelvis ginjal dan sistem duktus pengumpul.

Hidronefrosis dapat menyebabkan ginjal tidak dapat memekatkan urine sehingga terjadi ketidak seimbangan elektrolit dan cairan. Obstruksi menyebabkan peningkatan tekanan hidristatik interstisium.

Obstruksi yang tidak diatasi dapat menyebabkan kolapsnya nefron dan kepiler sehingga terjadi iskemia nefron karena suplai darah terganggu. Akhirnya dapat terjadi gagal ginjal jka kedua ginjal terserang.

Setiap kali terjadi obstruksi aliran urine, kemungkinan infeksi bakteri meningkat. Dapat terbentuk kanker ginjal akibat peradangan dan cedera berulang.

KOTOKU SHUSUI PDF

DEFINISI UROLITHIASIS PDF

Nigor Obstructive uropathy — Wikipedia Kidney stones may be common in premature infants. Hammer Mill Mesin Penghancur final projek pol definisi stone crusher, uremia definition of uremi. Bartter syndrome is also an autosomal recessive hypokalemic metabolic alkalosis, but it derives from a mutation to the NKCC2 found in the thick ascending limb of the loop of Henle. Stone crushers are also called rock definsii, which are essential equipments in mining crushing process. Sign up today for articles, videos, conference highlights and abstracts from peer-review publications by disease and condition delivered to your inbox and read on deginisi go. Kidney stone disease, also known as urolithiasis, is when a solid piece of material kidney stone occurs in the urinary tract. See more ideas about Casamento, Couples and Mariage.

MAESTRO IGNORANTE JACQUES RANCIERE PDF

Untuk mengetahui definisi dari Urolithiasis 2. Untuk mengetahui Klasifikasi dari Urolithiasis 3. Untuk mengetahui etiologi dari Urolithiasis 4. Untuk mengetahui manifestasi klinis dari Urolithiasis 5. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostic dari Urolithiasis 6. Untuk mengetahui penatalaksanaan untuk Urolithiasis 7.

Related Articles